Beranda » Artikel Terbaru » Tanam Benang vs Filler Hidung, Mana yang Lebih Baik?

Tanam Benang vs Filler Hidung, Mana yang Lebih Baik?

Diposting pada 13 April 2020 oleh admin | Dilihat: 93 kali

Tanam Benang vs Filler Hidung

Hidung mancung banyak dianggap dapat memengaruhi penampilan seseorang. Wajar jika Anda ingin memperbaiki tampilan hidung yang lebih baik. Selain operasi plastik hidung atau rhinoplasty ada beberapa prosedur tanpa operasi yang dapat dipilih agar hidung mancung. Tanam benang dan filler di hidung merupakan dua metode yang bisa menjadi pilihan. Namun, mana metode yang lebih baik di antara keduanya?

Apa itu tanam benang dan filler di hidung?

Metode tanam benang dan filler di hidung, bisa menjadi pilihan untuk memperbaiki penampilan atau memancungkan hidung. Secara medis, kedua metode ini boleh dilakukan dan diklaim aman selama dilakukan oleh dokter yang tepat dan berpengalaman.

Tanam benang di hidung

Tanam benang atau thread lift merupakan prosedur medis yang dilakukan dengan menanamkan benang halus di bagian batang hidung agar membentuk hidung lebih tinggi atau mancung dari biasanya. Prosedur ini diklaim aman karena menggunakan benang polydioxanone (PDO), yang merupakan salah satu benang untuk operasi, yang dapat diserap oleh tubuh.

Meski demikian, benang PDO hanya dapat bertahan pada jangka waktu tertentu, yaitu sekitar 1-2 tahun. Seseorang yang melakukan tanam benang hidung pun perlu rutin mengkonsultasikan ke dokter untuk mendapat hasil yang lebih taham lama.

Filler di hidung

Berbeda dengan tanam benang, metode filler dilakukan dengan menyuntikkan cairan ke bagian hidung tertentu. Cairan yang disuntikkan, yaitu asam hialuronat atau hyaluronic acid, yang bekerja mengubah struktur hidung, termasuk memancungkan hidung. Cairan manfaat hyaluronic acid juga dikenal memiliki khasiat untuk kecantikan wajah

Prosedur ini diklaim aman, murah, dan cepat dilakukan. Dokter hanya butuh waktu 15 menit untuk melakukan filler di hidung. Bahkan, di beberapa kasus, seseorang bisa kembali bekerja setelah prosedur filler di hidung selesai dilakukan.

Meski demikian, prosedur filler untuk memancungkan hidung pun hanya bersifat sementara, yaitu sekitar 6-12 bulan. Bila diulang secara teratur, prosedur ini bisa lebih bertahan lama, bahkan hingga 3 tahun.

Lebih baik tanam benang atau filler hidung?
Pada dasarnya, tidak ada prosedur yang lebih baik antara tanam benang atau filler di hidung. Prosedur mana yang akan dipakai untuk memancungkan hidung, tergantung dari bentuk hidung yang ingin Anda miliki. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai prosedur yang tepat.

Sebagai pertimbangan, berikut saran yang bisa Anda digunakan, sesuai dengan keinginan Anda memancungkan hidung di bagian tertentu.

Bagian puncak/ujung atau tip hidung lebih tajam
Untuk seseorang yang ingin memiliki bagian puncak/ujung atau tip hidung yang tajam, disarankan menggunakan prosedur tanam benang daripada filler.

Prosedur tanam benang bisa dilakukan pada bagian-bagian kecil seperti di ujung hidung. Adapun bila menggunakan prosedur filler, cairan yang mengisi hidung bisa membuat ujung Anda terlihat lebih besar.

Hidung berkontur
Saat menggunakan riasan, seorang wanita kerap membuat hidung terlihat lebih berkontur dengan alat riasan yang dimiliki. Dari bagian batang hingga ujung hidung ingin terlihat lebih jelas dan tajam dari biasanya.

Bila bentuk seperti itu yang Anda inginkan, Anda bisa memiliki prosedur tanam benang. Benang dapat mengangkat bagian batang hingga ujung hidung Anda dengan baik.

Bagian batang hidung yang lebih tinggi
Bila Anda ingin bagian batang hidung yang lebih tinggi, Anda bisa menggunakan prosedur filler. Cairan yang disuntikkan ke hidung pada prosedur ini dapat membuat bagian batang hidung Anda lebih tinggi dengan tepat. Tentunya volume cairan yang disuntikkan tergantung pada seberapa tinggi atau bentuk hidung yang Anda inginkan.

Meluruskan hidung
Selain memancungkan hidung atau membuat hidung terlihat lebih tinggi, prosedur tanam benang atau filler juga bisa digunakan bila Anda ingin memperbaiki bentuk hidung menjadi lebih lurus.

Bila Anda memiliki bentuk hidung yang tampak penyok atau benjol di area tertentu, hal ini dapat diperbaiki menggunakan salah satu dari kedua prosedur tersebut.

Selain dilihat dari bentuk hidung yang diinginkan, Anda juga bisa menggunakan prosedur filler dan tanam benang di hidung secara bersamaan. Kedua prosedur ini bisa memberikan bentuk hidung yang lebih mancung di seluruh bagiannya. Konsultasikan pada dokter Anda untuk mendapatkan hasil yang baik dan sesuai.

Bagikan informasi tentang Tanam Benang vs Filler Hidung, Mana yang Lebih Baik? kepada teman atau kerabat Anda.

Tanam Benang vs Filler Hidung, Mana yang Lebih Baik? | Alat Facial – PT Raditya Sume Indonesia – CV Raditya Sukses Perdana

Belum ada komentar untuk Tanam Benang vs Filler Hidung, Mana yang Lebih Baik?

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:

Warning: Use of undefined constant rand - assumed 'rand' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u1579564/public_html/alatfacial.com/wp-content/themes/lapax-2.0.1ap72/functions/en/actions.php on line 0
Popular!
Whatsapp 085312609999
MYM Dermapen Charger

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Harga Hubungi CS
Ready Stock / 8995758003199
*Harga Hubungi CS
Ready Stock / 8995758003199
Whatsapp 085312609999
Jarum 36pin X5

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Harga Hubungi CS
Ready Stock / 89957586379
*Harga Hubungi CS
Ready Stock / 89957586379
Best Seller
Whatsapp 085312609999
Dermapen Dr Pen M7 Wireless

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Harga Hubungi CS
Ready Stock / 8995758001119
*Harga Hubungi CS
Ready Stock / 8995758001119
SIDEBAR